Oleh: Sarjono, S.I.Kom., M.Sos
(Pranata Humas Muda Setda Kab. Lombok Utara)
Dalam era keterbukaan informasi publik yang berjibuni cepatnya arus informasi, telah mengkatalis kiprah pranata humas pemerintah semakin penting. Peran strategisnya bukan main: komunikator publik, agenda setting, mediator, analisator isu publik dan kreator iklim sosial.
Melihat peran-peran tersebut, mengharuskan seorang pranata humas pemerintah memiliki kemampuan holistik, baik yang bersangkut paut instansi birokrasi, regulasi maupun dinamika berpemerintahan. Saat ini pranata humas tidak lagi dianggap hanya petugas administratif (kliping pemberitaan, dokumentasi foto, peliputan, pembawa acara atau pendampingan lawatan pimpinan).
Artinya tuntutan betul-betul berfikir strategis dan dapat menguasai hal teknis-operatif seakan-akan telah mutlak menjadi syarat seorang pranata humas pemerintah.
Bisa dibayangkan, dalam kedudukan komunikator publik, pranata humas bertanggung jawab mengamankan kebijakan institusi, memberikan layanan publik yang ramah, diseminasi konten informasi kepada khalayak. Tugas ini mendudukkan pranata humas memahami strategi diseminasi informasi yang tepat dan menyemai kesejukan. Harapannya adalah masyarakat dapat memberi dukungan atas kinerja badan publik dan meningkatnya "trust" publik kepada pemerintah.
Dalam kerja-kerja agenda setting, memosisikan pranata humas membuat perencanaan kegiatan kehumasan yang tepat. Menghendakinya tidak saja sibuk pada urusan-urusan teknis seperti penyiapan tempat acara, setting forum, peliputan dan pendampingan pimpinan ketika bepergian. Tanggung jawabnya harus bisa mengemas agenda setting dengan manajerial yang baik. Pun dalam pelaksanaan peran mediator, mereka diwajibkan bertungkus lumus sebagai narahubung kepentingan instansi di satu sisi. Sebaliknya, menampung aspirasi dan memberi atensi atas keinginan-keinginan publik termasuk insan media di lain sisi.
Pada tugas kreator iklim sosial, pranata humas pemerintah harus memutar otak menentukan formula jitu pelaksanaan perannya menciptakan iklim yang kondusif dalam segenap hiruk pikuk dinamika pembangunan sejurus irama masa.
Demikian halnya dalam tugas analisator isu publik, pranata humas mesti berlintang pukang menganalisis isu-isu yang terjadi di masyarakat maupun di media massa, disamping melakukan riset-riset kehumasan.
Terlebih lagi era kini, perkembangan dunia kehumasan telah mengalami perubahan maupun kemajuan seiring dentuman masa. Memacu pekerjaan kehumasan lebih banyak pada aktivitas yang menghasilkan produk kehumasan.
Menjalankan kerja-kerja tupoksikal berikut seabrek problem terkait kehumasan bukan saja terletak pada pemeranan tugas yang melekat padanya, namun perlu ditopang dengan infrastruktur dan suprastruktur yang memadai maupun sinergi kolegial yang menjiwai.
Peran pranata humas diseyogiayakan bisa mengamati lingkungan internal maupun eksternal dengan cermat, menyusun analisis, rekomendasi, serta laporan berkala dan insedentil kemudian disampaikan kepada pimpinan.
Pranata humas juga mesti mengendalikan dan mengarahkan pemberitaan. Pasalnya, pada era sekarang, masyarakat kian kritis dan berkepentingan atas informasi dalam setiap segmen informasi. Dalam konteks ini, pranata humas perlu menyampaikan pesan yang jelas, akurat dan aktual dengan cara yang benar sehingga dapat diterima dengan baik oleh khalayak (publik). Tugas strategis lain adalah membangun opini piblik yang meneduhkan di tengah masyarakat baik mengenai pemerintah maupun penyelenggaraan roda pemerintahan.
Cengli, parameter kiprah pranata humas pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas kehumasan tersimpul dalam tiga kegiatan, yaitu menyampaikan penerangan kepada publik mengenai kebijakan berpemerintahan, membangun relasi mutualistik dengan media, serta melakukan monitoring dan analisis isu publik mengenai kebijakan berpemerintahan.
(Sarjono)
*) Opini sebelumnya telah dimuat di Times Indonesia



